Selasa, 13 November 2012

cinta abadi


Kisah cinta yang abadi tak pernah ada yang mengetahuinya sampai suatu hari nanti generasi penerus memberikan penilaiannya. Sebenarnya agak sulit untuk mengatakan suatu kisah cinta yang abadi, mungkin anda bertanya, apanya yang abadi, bukankah tak ada yang kekal di dunia ini? Benar sekali kawanku, memang tak gampang untuk menyebut keabadian dalam urusan kisah cinta. Tiap orang punya sudut pandang yang berbeda, dan kita pun mesti mengakui bahwa suatu kisah cinta itu selalu mengandung misteri. Sejalan dengan pemahaman ini maka kini mesti kita pelajari dan kita pandang setiap kisah cinta seobyektif mungkin. Karena kalau urusan kisah cinta hanya dipandangdari  satu sisi maka akan banyak faktor tersembunyi yang tidak kita ketahui.Dimana faktor yang tak terlihat itu boleh jadi adalah kelemahan sesungguhnya yang tidak mengemuka ditengah tengah keyakinan kita. Bukankah kita akan sangat berdosa manakala mengakui kisah cinta yang dinilai sangat istimewa tetapi didalam kisah itu penuh dengan kemaksiatan? Lho, kalau sudah begini kan kita sendiri yang rugi.
Maka kehati hatian dalam menilai masalah kisah cinta yang abadi akan membuat kita lebih selektif dan menyelaraskan persoalan tersebut dalam ranah yang bersumber pada kebenaran. Apapun kisah cintanya kalau terbukti dipenuhi oleh pelanggaran terhadap kebenaran maka sangat tidak pantas untuk disebut sebagai kisah cinta yang abadi. Yach ini hanya pandangan penulis, yang juga belum tentu benar, tetapi secara pribadi ane tak akan pernah mengakui adanya kisah cinta abadi.
Kalau kita mau mendiskusikan lebih jauh mungkin juga akan menemukan fakta lain yang bisa mendukung maknda dari kisah cinta yang abadi, sebab tema ini termasuk hal yang sangat dinamis dan terbuka untuk kita perdebatkan bersama. Apapun kisahnya, semoga jalinan rasa cinta yang kita miliki kelak bisa menjadi salah satu kisah cinta yang abadi dan pantas untuk dibanggakan oleh semua orang. Kalau kemudian gak sesuai maka juga tak perlu berkecil hati sebab cinta akan terus berkembang sebagaimana waktu yang juga selalu berubah.
Mungkin ini saja coretan yang bisa jadi pelajaran untuk kita semua, apapun alasannya kita memang layak untuk belajar memahami kisah cinta yang abadi, supaya gerak dan langkah hidup tak mudah goyah ole4h hal hal yang akan merugikan hidup kita di masa yang akan datang. Temukan juga artikel lain yang kini lagi ramai dibicarakan orang dengan judul Motor Bebek Yang Irit

Rabu, 31 Oktober 2012

KARYA ANAK BANGKALAN: cinta sejati

KARYA ANAK BANGKALAN: cinta sejati

cinta sejati


Saat kamu merasakan cinta sejatikamu menyayangi seseorang apa adanya, memahami kekurangannya dan menutupi kelemahannyasambil melihat sisi terbaiknya.

Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan yang ada pada dirinya.
Hmmmmm…
Kalau dipikir-pikir lagi,
sebenarnya perbedaan antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
itu tipiiiiiissss banget ya?
Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?
Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?
Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya,
namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?
Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?
Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?
Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?

KARYA ANAK BANGKALAN: Introduce Of Culture in Madura

KARYA ANAK BANGKALAN: Introduce Of Culture in Madura

ASAL USUL NAMA MAKAM AIR MATA AROSBAYA


ASAL USUL NAMA MAKAM AIR MATA AROSBAYA
KOMPLEK PEMAKAMAN RAJA- RAJA BANGKALAN

Alkisah� tersebutlah pada jaman dahulu. Pada jaman pemerintah sultan agung di mataran. Pada suatu hari beliau kedatangan rombongan dari sampang madura yang dipimpin oleh panimbahan jurukiting. Maksud dan tujuan kedatangan nya adalah untuk menghadapkan seseorang yang bernama Raden Praseno yaitu salah satu putra raja arosbaya yang bernama Raden Koro yang bergelar pangeran tengah.
Setelah maksud kedatangannya di jelaskan kepada sultan agung tengtang asal usul
R. praseno, kemudian beliau merasa sangat iba dan menaruh rasa sayang kepada 
R praseno. Hal ini disebabkan antara lain karena ia telah di tinggalkan oleh ayahnya ketika ia masih kecil.
Karena itulah kemudian R praseno mendapat kepercayaan dari sultan agung dan di angkat untuk menjadi raja dan di beri kekuasan di arosbaya, berkedudukan di sampang dengan mendapat gelar PANGERAN CAKRANINGRAT I menggantikan paman nya yang bernama pangeran MAS.
Beliau menmpunyai seorang permaisuri yang bernama Syarifah Ambami.

Walaupun P. cakraningrat I ini memerintah di madura, tetapi beliau banyak menghabiskan waktu nya di mataram,membantu sultan agung. Sedang pemerintahan dimadura, selama beliau berada di mataram, tetap berjalan lancar.

Melihat keadaan yang demikian, istrinya syarifah ambami merasa sangat sedih. Siang malam beliau menangis meratapi dirina. Akhirnya beliau betekat untuk menjalankan pertapaan. Kemudian bertapalah beliau disebuah bukit ang terletak di daerah buduran arosbaya. Dalam tapanya itu beliau senantiasa memohon dan berdoa kepada yang maha kuasa,semoga keturunananya kelak sampai pada tujuh turunan dapat di takdirkan untuk menjadi penguasa pemeritahan di madura.

Di kisahkan pula bahwa dalam pertapaan nya itu beliaubertemu dengan nabi haidir AS. Dari pertemuannya itu pulalah beliau memperuleh kabar bahwa permohonananya insyaallah di kabulkan. Batapa senang nya, akhirny beliau bergegas pulang kembali ke sampang.         

Sedang beberapa lama kemudian P. Cakraningrat I  datang dari mataram. Di ceritakanlah semua semua penalamannya semenjak suaminya berada di mataram, bahwa beliau menjalankan pertapaan dan di ceritakan pula hasil pertapaan nya kepada P. cakraningrat I 

Setelah selesai mendengarkan cerita istri nya itu, P. cakraningrat I bukanlah merasa senang,, akan tetapi beliau merasa bersedih dan kecewa terhadap istrinya, mengapa beliau hanya berdoa dan memohon hanya sampai tujuh turunan saja.
Melihat kekecewaan yang terjadi pada diri P. cakraningrat I ini, beliau merasa berdosa dan bersalah terhadap suaminya.

Setalah P. cakraningrat I kembali ke mataram, beliau pergi bertapa lagi ketempat pertapannya yang dulu. Beliau memohon agar semua kesalahan dan dosa terhadap suaminya di ampuni. 
Dengan perasaan sedih beliau terus menjalani pertapaan nya. Beliau selalu menganis, menangis dan terus menangis, sehingga air mata nya mengalir menbanjiri sekeliling tempat pertapaannya, sampai beliau wapat dan kebumikan di tempat pertapaan nya, yang sampai sekarang kita kenal dengan nama : MAKAM AIR MATA

cinta sejati....

Anda sudah bosan berakhir pada cinta yang salah. Alih-alih mengharap cinta sejati, yang didapat malah cinta sehari. Sebelum memutuskan menerima cinta seseorang, perhatikan tanda-tandanya, apakah dia memang soulmate Anda? Ini dia tandanya.

1. Ia Sahabat Terbaik Anda
Saat sedang mengalami kesulitan, yang pertama kali terlintas di kepala Anda adalah dirinya. Ia pandai menenangkan hati Anda. Begitupun ketika bahagia, Anda tahu pada siapa kebahagiaan itu akan dibagi. Ia selalu hadir untuk Anda dalam situasi apa pun. Tak ada orang yang lebih baik mengisi peran ini daripada pasangan Anda. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut hidup.
2. Punya Banyak Kesamaan
Hasil penelitian mengungkapkan, pernikahan yang paling stabil adalah pernikahan yang melibatkan dua orang dengan banyak kesamaan. Tidak terlalu penting jenis kesamaannya apa, tapi semua itu merupakan modal untuk langgengnya hubungan. Rahasia pasangan sejati adalah, manakala Anda berdua selalu bisa menikmati bersama semua aspek kehidupan. Tidak butuh orang lain untuk membuat kalian bahagia. Apakah Anda sudah merasakannya? Jika ya, jangan lepaskan dia.
3. Kepentingan Anda adalah Segalanya
“Cinta dimulai ketika seseorang menemukan bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri.” (Harry Stack Sullivan). Dari bahasa tubuh dan sikapnya selama ini, terlihat jelas, dia memperlakukan Anda sebagai orang terpenting dalam hidupnya, bahkan seringkali dia mementingkan kebutuhan Anda ketimbang dirinya. Bila dia punya potensi itu, mungkin dia yang Anda cari. Karena cinta abadi melibatkan komitmen rela berkorban untuk kebahagiaan pasangan.
4. Cinta tak Beryarat
Coba ingat-ingat, apakah ia pernah cemberut saat Anda memakai baju yang tak sesuai seleranya? Atau Anda pernah dicueki, ketika Anda memotong rambut tanpa sepengetahuannya? Bila ya, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk memilih dia jadi kekasih. Padahal, cinta sejati adalah cinta yang tak bersyarat, mampu menerima pasangan apa adanya.
5. Mau Mendengarkan
Setiap Anda berbicara padanya, tak sedetik pun perhatiannya beralih. Ia pendengar yang baik, bisa mendengarkan Anda bicara berjam-jam lamanya tanpa rasa bosan, penuh perhatian dan mengerti apa yang Anda diinginkan. Sehingga Anda tak perlu mengulang kalimat yang sama berkali-kali dan mengatakan,”Kamu ngerti enggak sih, apa yang saya bicarakan tadi?”
6. Always On Time
Untuk urusan apa pun, dia selalu berusaha untuk tepat waktu. Janji bertemu jam tujuh malam, dia sudah tiba di tempat setengah jam sebelumnya. Baginya, lebih baik dia yang lumutan, daripada membiarkan Anda menunggu. Apalagi jika meeting pointnya dirasa tidak familiar dengan Anda.

7. Kontak Batin
Tanpa diucapkan, kalian bisa saling tahu cuaca hati masing-masing. Meski bukan paranormal, kalian seperti bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi, serta perasaan pasangan pada situasi dan kondisi tertentu. Bila Anda sudah merasakan hal tersebut terhadapnya, selamat! Mungkin dialah belahan jiwa Anda.
Am aguss arahab

Sabtu, 27 Oktober 2012

Perempuan Terbaik


Perempuan Terbaik

Publikasi: 01/04/2005 08:46 WIB
Wahai bunda
hanya Tuhan saja yang dapat membalas jasamu erana Tuhan saja yang tahu penderitaanmu

(Nasyid dari Nowseeheart)

eramuslim - Saat itu saya masih empat belas tahun. Untuk pertama kalinya, saya harus berpisah 'jauh' dengannya, perempuan terbaik yang pernah kenal. Tatkala tangan-tangan itu melambai, rasa bersalah berdentam-dentam di rongga dada. Ugghhh... kenapa saya tega meninggalkannya sejauh itu. Belum terbayang, kapan lagi saya akan kembali bertemu dengannya.
Sebelum perpisahan jarak 'jauh' itu, jarang sekali bunda enggan memberi izin, bila saya minta izin bepergian. Suatu ketika, saya pamit untuk pergi camping, mengikuti kemah pramuka Sabtu-Minggu di dekat gua stalagnit di kampung kami. Untuk pamitan dua hari itu pun, izinnya didapat dengan alot sekali.
"Hati-hati ya nak... jangan merusak alam, jangan berbuat macam-macam hati-hati... jangan..."
Berkali-kali nasehat itu diperdengarkan, risau sekali beliau akan keselamatan puteranya. Padahal, namanya juga acara anak SD, camping perkemahan Sabtu-Minggu itu di back-up puluhan guru pembina. Jumlah guru yang menyertai camping hampir sama banyak dengan jumlah murid, sebagai bukti keseriusan pihak sekolah untuk menjamin keselamatan kami. Tapi, namanya bunda, ia tetap saja penuh kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Raut wajahnya tampak sangat mencemaskan puteranya yang berkeras untuk tetap pergi.
***
Tak lama berselang setelah perpisahan 'Sabtu-Minggu' itu, perpisahan 'jauh' benar-benar terjadi. Kali itu bukan camping di pinggir kecamatan. Tapi saya harus terbang menyeberangi lautan. Untuk melanjutkan studi ke sekolah dambaan. Tak terbayangkan bagaimana perasaan bunda melepas bocah kecilnya sejauh itu.
Satu tahun berselang, di sebuah libur panjang sekolah, saya kembali bertemu bunda. Sejuk wajahnya dan binar ketulusannya masih sama. Pehatian dan kasih sayangnya pun belum berubah. Cuma mungkin penampilannya sedikit berubah. Kilau perak mulai terselip di rambutnya.
Sejak saat itu, dengan dalih cita-cita, berulang kali saya meninggalkanya. Berulang kali beliau harus membekap kerinduan, memasung rasa kasih pada buah hatinya. Pada saat saya tergelak tertawa dengan konco sekodan, mungkin bunda sedang tenggelam dalam isak tangis kerinduannya. Saya sendiri, bukan tidak rindu padanya, warung bubur kacang ijo gang Masjid mungkin pelampiasan paling manjur, kalau rasa kangen padanya sedang meradang. Maklum setiap libur sekolah bunda selalu setia menanti dengan bubur ijo kesukaan puteranya. Jauh hari sebelum puteranya datang, berkilo-kilo kacang ijo sudah dipesannya untuk putera tersayang, yang belum jelas tanggal kedatangannya.
Saat melihat ibu-ibu lanjut yang berjalan sendiri di keramaian pasar, ingin rasanya menyapa mereka, mengajak bersenda-gurau, sambil berharap bunda juga diperlakukan ramah pula oleh lingkungannya. Kala menjumpai nenek yang beringsut membawa belanjaannya, terketuk keinginan untuk menawarkan bantuan, karena terbayang bunda yang tertatih-tatih dengan bebannya. Jika sudah mengkhayal begini, pertanda kerinduan padanya telah mengkristal. Cuma doa yang mampu dirangkum saat itu, semoga Allah Yang Menguasai langit dan bumi, menjaga dan menyayangi bunda.
Bila melihat pertikaian di tengah kampung kami, berbicang dengan bunda adalah solusi terbaik.
"Jangan pikirkan apa pelakuan orang yang mendzalimi kita, pikir saja kekhilafan kita, coba memperbaiki diri, jangan menghiraukan kata-kata sampah yang datang dari kaum jahil, persekongkolan para pendengki para itu sudah jelas sejak perang Khandaq. Belajarlah untuk menjadi hamba yang tulus, yang tak terganggu dengan perlakuan manusia, tapi niat karena-Nya harus benar, jangan pernah berharap pada makhluk."
Plong. Kepala yang tadinya cekot-cekot sepulang melihat perseteruan di balai desa langsung terobati.
Berbicara tentang ketulusan, ketulusan seorang ibu mungkin nomor satu. Saat bayi lemah tanpa gelar kesarjanaan itu lahir, dengan penuh khidmat, kasih sayangnya mengalir lancar tanpa pamrih. Menabur benih kebaikan kepada makhluk yang 'bukan siapa-siapa' memang aneh di era kapitalisme ini. Tapi itulah bunda, yang tak melihat apa yang akan didapatnya dengan membesarkan kami. Memperoleh senyum manis kerabat saat kenduri tetangga mungkin sudah lumrah, tapi mendapatkan perhatian penuh kasih bunda saat demam meradang menjelang subuh, itu baru luar biasa.

***
Dari Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?"
Beliau menjawab, "Ibumu."
Tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"
Beliau menjawab, "Ibumu."
Tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"
Beliau menjawab, "Ibumu"
Kemudian tanyanya lagi, "Kemudian siapa?"
Beliau mejawab, "Bapakmu."

(Muttafaq 'alaih).

Membujuk Pasangan yang Sedang Merajuk


Membujuk Pasangan yang Sedang Merajuk

Publikasi: 08/12/2004 15:09 WIB
eramuslim - Pernahkah anda menghadapi pasangan yang sedang merajuk (ngambek)? Barangkali sering, atau kadang-kadang pasangan kita merajuk. Bila suami atau istri sedang merajuk, situasi menjadi tidak nyaman. Ngobrol terasa tidak enak dengan orang yang hanya diam, mulut yang bungkam, bahkan bibirnya mengerucut, atau dipunggungi di tempat tidur.
Seperti yang terjadi pada pasangan Yusuf dan Aisyah. Sudah sejak tadi pagi mereka tidak saling bicara. Percakapan yang terjadi di antara mereka hanya sebatas kalimat-kalimat pendek. Panggilan-panggilan sayang seperti, "Yang...", "Si Ayah lucu" atau "Ibuku tercayang", tidak lagi terdengar. Anak juga ikut bingung, kedua orang tua mereka sering menyuruh untuk saling menyampaikan pesan. "Hanif, bilang sama ayah, kalau korannya sudah selesai dibaca, ibu mau pinjam," kata Aisyah.
Yusuf mencolek putrinya kemudian berbisik, "Asma tolong tanyakan pada ibu di mana kemeja ayah yang warna biru?" Banyak urusan jadi macet karena sang kurir yang membawa pesan tidak selalu dapat diandalkan. Ayah dan ibu yang sedang bermasalah, anak-anak yang menjadi korban. Kekusutan yang menyebabkan perang dingin itu tidak segera dapat diurai. Padahal mereka ngambek hanya gara-gara berdebat ke mana mereka akan berkunjung di akhir pekan.Yusuf ingin menjenguk ibunya, sedangkan Aisyah tetap ngotot ingin mengajak anak-anak berenang ke pantai. Padahal baik Yusuf maupun Aisyah sudah saling memaham karakter masing-masing.
Pernikahan mereka yang sudah berjalan sekian tahun, sudah cukup memberikan mereka waktu dan kesempatan untuk saling mengenal sifat masing-masing. Namun egolah yang membuat mereka untuk tidak segera berbaikan. Kasus pasangan yang merajuk ini sebenarnya bisa dialami oleh pasangan manapun di dunia. Merajuk bisa dijadikan salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan terhadap pasangan. Namun si perajuk seringkali tidak memperlihat ekspresi wajah yang sesungguhnya.
Gejala yang mudah dikenali adalah si perajuk selalu menghindari segala macam kontak. Jangankan sentuhan, berada pada satu ruangan saling bertegur sapa pun menjadi hal yang sangat dipaksakan. Repotnya kita tidak pernah tau apa yang menjadi penyebabnya. Seringkali kita harus menebak-nebak apakah gerangan yang terjadi?
Merajuk bisa disebabkan oleh apa saja, mulai dari masalah sepele sampai masalah yang besar bisa menjadi alasan. Merajuk tidak sama dengan stonewalling, suatu sikap mengabaikan semua pesan yang disampaikan oleh lawan bicara. Hal ini terjadi ketika seseorang merasa lelah bertengkar, ia menjadi defensif, bahkan sama sekali tidak bereaksi baik secara emosi maupun verbal terhadap lawan bicara. Sikap membatu seperti ini melambangkan pembangkangan, ketidaksetujuan, dingin dan ketidakpuasan. Pada umumnya laki-laki tidak terlalu tergugah secara psikologi menghadapi seorang stonewalling, namun seorang istri menjadi sangat dramatis dan sedih menghadapi suami yang demikian. Dalam kondisi stonewalling komunikasi sangat sulit dibangun.
Seorang yang sedang merajuk sangat sulit untuk diajak bicara dengan rasional. Kondisi ini tidak selalu bisa diperkirakan akan berlangsung berapa lama. Segi negatif dari merajuk adalah terputusnya kominikasi. Jika tidak diselesaikan dengan bijak, aksi merajuk ini bisa berlanjut menjadi perang dingin dan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Jadi usahakan untuk segera mengakhiri aksi merajuk pasangan anda.
Tips menghadapi pasangan yang merajuk :
1. Menahan harga diri dan gengsi, tidak berguna sama sekali, sehingga tidak perlu segan untuk mengajukan tawaran berdamai lebih dahulu. Prinsipnya adalah berlomba-lomba dalam kebaikan.
2. Lupakan sejenak perdebatan tentang siapa yang salah. Ingat mundur selangkah bukan berarti kalah.
3. Lakukan pendekatan dengan taktis dan sabar, karena orang yang sedang merajuk memiliki kecenderungan emosional.
4. Pergunakan jurus-jurus rayuan yang dapat meluluhkan hatinya, bila perlu berikan hadiah dan belaian sayang.
5. Saat si perajuk mulai membuka diri, coba tanyakan apa yang membuatnya marah, namun jangan menginterogasi.
6. Cobalah untuk mengetahui apa yang yang mengusik perasaannya dan pahamilah.
7. Berikan dorongan pada pasangan anda untuk mengungkapkan isi hatinya, katakan anda akan merasa lebih baik jika mengetahui perasaannya.
8. Jadilah pendengar yang baik. Singkirkan dulu keinginan untuk berkomentar, ini saatnya untuk gencatan senjata atau justru mengalah.
9. Berbaikan, adalah akhir dari suatu pertengkaran. Dan pada keduanya akan timbul rasa saling menyayangi, saling memaafkan, saling melupakan, saling mentertawakan kekonyolan yang terjadi dan kembali mesra.
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Safina nomor 2 tahun 1, April 2003

Rabu, 22 Agustus 2012

KARYA ANAK BANGKALAN: KARYA ANAK BANGKALAN: tempat wisata Di bangkalan madura

KARYA ANAK BANGKALAN: KARYA ANAK BANGKALAN: tempat wisata Di bangkalan madura

KARYA ANAK BANGKALAN: tempat wisata Di bangkalan madura

KARYA ANAK BANGKALAN: tempat wisata Di bangkalan madura

tempat wisata Di bangkalan madura


info lengkap tentang Adell

selamat datang di info KU ketawa dulu dong mass

Bangkalan, Seruu.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, setelah melakukan proses tahapan pendaftaran dan penjaringan bakal calon bupati (Bacabup) dan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) yang akan maju di Pemilukada Bangkalan. Minggu (23/6/2012) resmi merekomindasikan pasangan calon Moh Makmun Ibnu Fuad sebagai Bupati Bangkalan dan Ir. Mondir Rofi’i sebagai Wakil Bupati Bangkalan.
“Setelah mempelajari perkembangan PDI Perjuangan di kabupaten Bangkalan dan demi kepentingan partai secara umum DPD PDIP Jawa timur merekomendasikan Moh Makmun Ibnu Fuad dan Mondir Rofi’i sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pereode 2013 – 2018,” terang Sirmaji TJ, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, saat memberikan sambutan di acara peringatan hari Bung Karno yang dilakukan oleh DPC PDIP Bangkalan.

Sirmaji menjelaskan, DPD juga menunjuk DPC PDI Perjuangan kabupaten Bangkalan untuk mensukseskan pasangan balon tersebut di Pemilukada Bangkalan serta menginstruksikan pada DPC dan PAC serta pengurus ranting dan kader untuk mengamankan serta memperjuangkan terpilihnya pasangan tersebut.

“Awalnya setelah PDIP dilamar oleh pasangan ra Momon dan Ra Mundir yang paling tidak mau koorwil PDIP Madura yakni MH. Said Abdullah, tapi setelah di pelajari dan prospek partai kedepan akhirnya PDIP menyepakati pasangan itu untuk maju di Pemilukada Bangkalan,” ujarnya.

Sementara itu, Moh. Makmun Ibu Fuad mengucapkan banyak terima kasih pada PDI Perjuangan yang telah memberikan rekomendasi dan kesempatan untuk pencalonan sebagai Bupati Bangkalan pereode 2013 – 2018.

“Dulu cita-cita saya sebagai pengusaha, namun melihat ayah saya sebagai Bupati tidak untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan wong cilik, akhirnya saya setelah di tawari oleh ayah saya, saya langsung siap maju demi masyarakat Bangkalan,” ungkapnya.

Dalam acara serah terima rekomindasi tersebut yang bersamaan dengan peringatan hari bung Karno yang di peringati oleh PDI Perjuangan Bangkalan di saksikan langsung oleh ratusan kader dan simpatisan PDI Perjungan se Bangakalan yang di pusatkan di gedung pertemuan rato ebu Bangkalan. [ift]

KARYA ANAK BANGKALAN: cinta yag menghayutkan

KARYA ANAK BANGKALAN: cinta yag menghayutkan

cinta yag menghayutkan